Jumat, Februari 06, 2009

teori-teori asal mula jagad raya

TEORI-TEORI ASAL MULA JAGAD RAYA



  1. Teori Ledakan Hebat

Berbagai teori tentang jagad raya membentuk suatu bidang studi yang dikenal sebagai kosmologi. Enstein adalah ahli kosmologi modern pertama. Tahun 1915 ia menyempurnakan teori umumnya tentang relativitas, yang kemudian diterapkan pada pendistribusian zat di ruang angkasa. Pada tahun 1917 ditemukan bahwa ada massa bahan yang hampir seragam dimana keseimbangannya tak tentu antara kekuatan gaya gravitasi dan kekuatan dorong kosmis lain yang tak kenal. Pada tahun 1922 seorang ahli fisika Rusia memecahkan soal itu dengan cara lain. Ia mengatakan bahwa kekuatan tolak tidak berperan, bahkan jagad raya terus meluas dan seluruh partikel bergerak saling menjauh dengan kecepatan tinggi, sebab dengan kekuatan tarik gravitasi, perluasan tersebut dimulai dengan sebuah “Ledakan hebat”


  1. Teori Keadaan tetap

Ahli astronomi Inggris Hoyle menerangkan bahwajagad raya tidak hanya sama dalam ruang angkasa – asas kosmologi tetapi juga tidak berubah dalam waktu – asas kosmologi yang sempurna. Jadi asas kosmologi diperluas sedemikian rupa sehingga menjadi sempurna dan tidak bergantung pada peristiwa sejarah tertentu.

Teori keadaan tetap berlawanan sekali dengan teori ledakan hebat. Didalam teori ledakan hebat, ruang angkasa berkembang menjadi lebih kosong sewaktu berbagai galaksi saling menjauh. Dalam teori keadaan tetap, harus diterima anggapan bahwa zat baru selalu diciptakan dalam ruang angkasa diantara berbagai galaksi, sehingga galaksi baru akan terbentuk guna menggantikan galaksi yang menjauh. Para ahli astronomi mengatakan bahwa zat baru itu ialah hidrogen, yaitu sumber yang menjadi asal-usul bintang dan galaksi.

Pembentukan zat di ruang angkasa yang kososng itu diterima dengan ragu-ragu oleh para ahli, sebab hal ini rupanya melanggar salah satu hukum fisika, yaitu hukum kekekalan zat.

“Zat yang tidak dapat diciptakan atau dihilangkan , tetapi hanyalah dapat diubah menjadi jenis zat lain atau menjadi energi”.

Sebaliknya, sulit pula untuk menyanggah secara langsung proses pembentukan zat itu, karena berkesinambungan menurut teori keadaan tetap, jumlah zat sangat lambat bertambahnya, kira-kira satu atom setiap seribu juta tahun dalam satu volume ruang angkasa.


  • Kritikan teori ledakan hebat
    • Kritikan pertama teori ledakan hebat adalah umur jagad raya yang dihitung secara matematik. Para penganut teori ledakan hebat berpendapat bahwa metode pendataan bintang ini masih kurang begitu seksama dan dengan demikian mereka menganggap bahwa hal itu bukan suatu ancaman berat bagi gagasannya.

    • Kritikan kedua, bahwa pernyataan tentang semua zat dimampatkan dalam suatu massa padat sangat sulit dipahami. Ledakan dan pergerakan massa ini dapat digambarkan dengan terbangnya proyektil yang ditembakkan dari permukaan bumi.

Ada beberapa kemungkinan yang terjadi, yakni :

        • Terbangnya begitu cepat, sehingga mudah meleaskan gravitasi bumi dan bergerak sangat cepat memasuki ruang angkasa.

        • Hampir tidak menghindar dari pengaruh bumi dan terus bergerak sangat lambat kearah luar.

        • Mungkin tak pernah dapat membangkitkan kecepatan untuk bebas dari gravitasi bumi. Proyektil melambat, lalu berhenti dan jatuhpada kecepatan yang bertambah.

  • Kritikan teori keadaan tetap

Teori tidak menyatakan bahwa sifat rata-rata berbagai galaksi yang dekat dan jauh akan berbeda. Hal ini tidak dapat dijelaskan bahwa dengan dasar teori ledakan hebat yang menyatakan bahwa galaksi mengalami evolusi. Dan terbatasnya kecepatan cahaya, galaksi tersebut pada masa yang berbeda, sehingga galaksi yang sangat jauh, sejauh ribuan tahunan cahaya, dan dalam waktu ribuan juta tahun lalu, menyebabkan ciri-cirinya berbeda.

Sejalan dengan 2 teori terjadinya jagat raya ini, muncullah beberapa anggapan mengenai jagad raya dan alam semesta

  1. Anggapan Antroposentris

Antroposentris (Anthropos = manusia; centrum = pusat), adalah anggapan yang menyatakan bahwa manusia sebagai pusay segalanya. Anggapan ini dimulai sejak manusia primitif, waktu manusia mulai menyadari ada Bumi dan langit, matahari, bulan, bintang, dan bumi, dianggap serupa dengan bangsa hewan, tumbuhan, dan dengan dirinya sendiri.

  1. Anggapan Geosentris

Geosentris (geo = bumi, centrum = pusat) adalah anggapan yang menyatakan bahwa bumi adalah pusat semesta alam. Semua benda langit mengelilingi bumi, dan semua kekuatan alam berpusat di bumi. Anggapan ini dimulai lebih kurang abad ke-6 sebelum masehi saat para ilmuwan tertarik kepada alam sekitarnya. Beberapa ahli pendukung anggapan geosentris antara lain : Socrates, Plato, Aristoteles, Tales, Anaximander, dan Pytagoras.

  1. Anggapan Heliosentris

Heliosentris (helios = matahari, centrum = pusat) adalah anggapan bahwa pusat hagad raya adalah matahari. Ini berarti pergeseran pandangan yang dianggap revolusioner pada waktu itu yang menggantikan kedudukan bumi; sebagai akibat makin majunya alat peneliti dan sifat ilmuwan yang kritis.


Label:

rasi bintang

-Rasi Bintang-


  • Pengertian Rasi Bintang


Suatu rasi bintang atau konstelasi adalah sekelompok bintang yang tampak berhubungan membentuk suatu konfigurasi khusus. Dalam ruang tiga dimensi, kebanyakan bintang yang kita amati tidak memiliki hubungan satu dengan lainnya, tetapi dapat terlihat seperti berkelompok pada bola langit malam.


  • Pengelompokan Rasi Bintang

Pengelompokan bintang-bintang menjadi rasi bintang sebenarnya cukup acak, dan kebudayaan yang berbeda akan memiliki rasi bintang yang berbeda pula, sekalipun beberapa yang sangat mudah dikenali biasanya seringkali ditemukan, misalnya Orion atau Scorpius. Berikut ini contoh rasi bintang orion :


Himpunan Astronomi Internasional telah membagi langit menjadi 88 rasi bintang resmi dengan batas-batas yang jelas, 56 buah di antaranya terdapat di belahan langit selatan dan 32 rasi bintang terdapat di belahan langit utara. Berikut ini adalah 88 rasi bintang modern berdasarkan luasnya di langit, diukur dalam derajat persegi :


Urutan

Rasi Bintang

Luas

1

Hydra

1303 derajat persegi

2

Virgo

1294 derajat persegi

3

Ursa Major

1280 derajat persegi

4

Cetus

1231 derajat persegi

5

Hercules

1225 derajat persegi

6

Eridanus

1138 derajat persegi

7

Pegasus

1121 derajat persegi

8

Draco

1083 derajat persegi

9

Centaurus

1060 derajat persegi

10

Aquarius

980 derajat persegi

11

Ophiuchus

948 derajat persegi

12

Leo

947 derajat persegi

13

Boötes

907 derajat persegi

14

Pisces

889 derajat persegi

15

Sagittarius

867 derajat persegi

16

Cygnus

804 derajat persegi

17

Taurus

797 derajat persegi

18

Camelopardalis

757 derajat persegi

19

Andromeda

722 derajat persegi

20

Puppis

673 derajat persegi

21

Auriga

657 derajat persegi

22

Aquila

652 derajat persegi

23

Serpens *

637 derajat persegi

24

Perseus

615 derajat persegi

25

Cassiopeia

598 derajat persegi

26

Orion

594 derajat persegi

27

Cepheus

588 derajat persegi

28

Lynx

545 derajat persegi

29

Libra

538 derajat persegi

30

Gemini

514 derajat persegi

31

Cancer

506 derajat persegi

32

Vela

500 derajat persegi

33

Scorpius

497 derajat persegi

34

Carina

494 derajat persegi

35

Monoceros

482 derajat persegi

36

Sculptor

475 derajat persegi

37

Phoenix

469 derajat persegi

38

Canes Venatici

465 derajat persegi

39

Aries

441 derajat persegi

40

Capricornus

414 derajat persegi

41

Fornax

398 derajat persegi

42

Coma Berenices

386 derajat persegi

43

Canis Major

380 derajat persegi

44

Pavo

378 derajat persegi

45

Grus

366 derajat persegi

46

Lupus

334 derajat persegi

47

Sextans

314 derajat persegi

48

Tucana

295 derajat persegi

49

Indus

294 derajat persegi

50

Octans

291 derajat persegi

51

Lepus

290 derajat persegi

52

Lyra

286 derajat persegi

53

Crater

282 derajat persegi

54

Vulpecula

278 derajat persegi

55

Columba

270 derajat persegi

56

Ursa Minor

256 derajat persegi

57

Telescopium

252 derajat persegi

58

Horologium

249 derajat persegi

59

Pictor

247 derajat persegi

60

Piscis Austrinus

245 derajat persegi

61

Hydrus

243 derajat persegi

62

Antlia

239 derajat persegi

63

Ara

237 derajat persegi

64

Leo Minor

232 derajat persegi

65

Pyxis

221 derajat persegi

66

Microscopium

210 derajat persegi

67

Apus

206 derajat persegi

68

Lacerta

201 derajat persegi

69

Delphinus

189 derajat persegi

70

Corvus

184 derajat persegi

71

Canis Minor

182 derajat persegi

72

Corona Borealis

179 derajat persegi

Dorado

179 derajat persegi

74

Norma (rasi bintang)

165 derajat persegi

75

Mensa

153 derajat persegi

76

Volans

141 derajat persegi

77

Musca

138 derajat persegi

78

Chamaeleon

132 derajat persegi

Triangulum

132 derajat persegi

80

Corona Australis

128 derajat persegi

81

Caelum

125 derajat persegi

82

Reticulum

114 derajat persegi

83

Triangulum Australe

110 derajat persegi

84

Scutum

109 derajat persegi

85

Circinus

93 derajat persegi

86

Sagitta

80 derajat persegi

87

Equuleus

72 derajat persegi

88

Crux

68 derajat persegi


Label:

Galaksi

-GALAKSI-


  • Pengertian Galaksi


Galaksi adalah suatu system kumpulan bintang – bintang , gas , dan debu yang amat luas dan anngotanya saling mempengaruhi secara gravitasional ( Siatupang, 2000 ). Matahari dan Sembilan planet yang mengitarinya adalah anggota dari sebuah galaksi yang diberi nama galaksi Bima Sakti.

Ada dua orang astronom yang berjasa membangun pengertian tentang galaksi. Mereka adalah Harlow Shapley dan George Ellery Hale. Shapley inilah yang mengembangkan metode untuk mengukur jarak yang diterapkan untuk mengukur diameter Bima Sakti. Sedangkan Hale sangat besar perannya dalam pengembangan teleskop – teleskop besar yang digunakan untuk pengamatan bintang – bintang dan nebula.


  • Klasifikasi Galaksi


Menurut morfologinya, galaksi dibagi menjadi 3 tipe, yaitu tipe galaksi spiral, galaksi elips, dan galaksi tidak beraturan ( Simatupang, 2000 ). Pembagian ini berdasarkan bentuk atau penampakan galaksi – galaksi tersebut. Galaksi yang diamati dan dipelajari oleh para astronom sejauh ini terdiri atas 75 % galaksi spiral, 20 % galaksi elips, dan 5 % galaksi tidak beraturan. Berikut klasifikasinya :


  • Galaksi Tidak Beraturan

Galaksi tidak beraturan adalah tipe galaksi yang tidak simetri dan tidak memiliki bentuk khusus.

Ciri – cirinya :

  • Galaksi ini banyak mengandung materi antarbintang yang terdiri atas gas gas dan debu.

  • Terdiri atas bintang – bintang tua dan muda.

  • Bentuknya tidak simetri dan tidak memiliki bentuk khusus.

Contohnya :

  • Awan Magellan Besar


  • Awan Magellan Kecil






  • Galaksi Elips

Sesuai dengan namanya, penampakannya seperti elips. Tapi bentuk aslinya tidak diketahui dengan pasti karena kita tidak tahu arah pandang kita, apakah dari depan, samping, atau atas dari galaksi tersebut.

Ciri – cirinya :

  • Tipe galaksi mulai dari yang berbentuk bundar sampai yang berbentuk bola pepat.

  • Struktur dari galaksi ini tidak terlihat dengan jelas.

  • Terlihat sangat redup.

  • Sangat sedikit mengandung materi antarbintang.

  • Anggotanya adalah bintang – bintang tua.

Contohnya :

  • Galaksi M87, yaitu galaksi elips raksasa yang terdapat dirasi virgo.


  • Galaksi Spiral

Galaksi tipe ini adalah tipe yang paling uum dikenal orang. Keungkinan besar dikarenakan bentuk spiralnya yang indah itu. Bagian – bagian utama galaksi spiral adalah halo , bidang galaksi termasuk lengan spiral dan bulge , dan bagian pusat galaksi yang menojol. Gugus Bola adalah kumpulan bintang – bintang yang berjumlah puluhan ribu bintang yang lahir bersama – sama, dan mengumpul berbentuk bola. Gugus bola inilah yang membentuk halo bersama bintang – bintang yang tidak terdapat di bidang galaksi.

Ciri – Cirinya :

  • Berbentuk spiral yang indah.

  • Terdiri atas bintang – bintang tua dan bintang – bintang muda.

  • Bintang – bintang besar terdapat pada gugus bola yang tersebar menyelimuti galaksi.

  • Galaksi ini berotasi dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dari galaksi elips. Dan karena kecepatan rotasinya ini menyebabkan galaksi ini memipih dan membentuk bidang galaksi.

  • Kecepatan rotasi tiap bagian galaksi spiral tidak sama. Semakin kearah pusat galaksi kecapatannya semakin besar.

  • Bintang – bintang muda terdapat dilengan spiral galaksi yang berada di bidang galaksi.

Contohnya :

  • Andromeda

  • Bima Sakti


  • Ciri-ciri Galaksi

    • Galaksi adalah himpunan berbilion, malah bertrilion bintang-bintang.

    • Semua Galaksi memiliki inti dari system galaksi

    • Seluruh system yang terdapat pada galaksi melakukan rotasi

    • Galaksi memiliki cahaya sendiri, bukan cahaya pantulan

    • Galaksi memiliki bentuk tertentu

    • Galaksi-galaksi hanya terlihat di luar jalur Galaksi BimaSakti


Label: